<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Empatsehat's Blog</title>
	<atom:link href="http://empatsehat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://empatsehat.wordpress.com</link>
	<description>empat sehat lima sempurna</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Nov 2008 10:48:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='empatsehat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/2c1fe48905475d950b05195715bc0107?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Empatsehat's Blog</title>
		<link>http://empatsehat.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Diet pada Diabetes Melitus</title>
		<link>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/diet-pada-diabetes-melitus/</link>
		<comments>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/diet-pada-diabetes-melitus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 10:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empatsehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://empatsehat.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Tatalaksana Diet Pada Diabetes Melitus, Kelainan Lemak Darah dan Hipertensi
Dr. Cindiawaty Pudjiadi MARS, MS, SpGK

Penyakit Vaskuler aterosklerotik dengan manifestasi klinik berupa penyakit jantung koroner dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
Faktor-faktor lingkungan terutama pola makan, aktifitas dan kebiasaan merokok, merupakan faktor yang mempengaruhi prevalensi penyakit jantung dan stroke. Secara umum masyarakat Indonesia terutama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=24&subd=empatsehat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Tatalaksana Diet Pada Diabetes Melitus, Kelainan Lemak Darah dan Hipertensi<br />
Dr. Cindiawaty Pudjiadi MARS, MS, SpGK</strong></p>
<p style="text-align:left;">
Penyakit Vaskuler aterosklerotik dengan manifestasi klinik berupa penyakit jantung koroner dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.<br />
Faktor-faktor lingkungan terutama pola makan, aktifitas dan kebiasaan merokok, merupakan faktor yang mempengaruhi prevalensi penyakit jantung dan stroke. Secara umum masyarakat Indonesia terutama daerah perkotaan telah mengalami perubahan gaya hidup khususnya pola makan.<br />
Apabila pada tahun 70-an komposisi asupan makanan: tinggi karbohidrat kompeks,tinggi serat, cukup protein terutama nabati serta rendah lemak, makadengan perbaikan status sosial ekonomi serta intervensi budaya barat, komposisi tersebut berangsur-angsu berubah menjadi tinggi karbohidrat teutama karbohidrat sederhana, tinggi lemak terutama hewani namun rendah dalam kandungan seratnya. Ditambah dengan berkurangnya aktifitas, maka perubahan pola makan tersebut berperan besar dalam peningkatan prevalensi penyakit jantung dan stroke di Indonesia.<br />
Tatalaksana diet merupakan salah satu cara yang penting untuk pengendalian gula darah pada diabetes melitus, pengendalian lemak darah pada kelainan lemak darah dan pengendalian tekanan darah pada hipertensi.<br />
Secara umum kebutuhan kalori baik pada penderita diabetes, peningkatan lemak darah dan hipertensi sama, yaitu ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas dan penyakit yang diderita.<br />
Dengan komposisi zat gizi:<br />
Karbohidrat : 60-70%<br />
Protein : 10-15%<br />
Lemak : 20-25%<br />
Kolesterol : &lt;200-300 mg/hari<br />
Serat : 25 g/hari<br />
Nutrisi Untuk Diabetes<br />
Riset di bidang pengobatan diabetes sudah semakin maju dengan ditemukannya berbagai obat yang mutakhir, walaupun demikian diet masih merupakan pengobatan yang utama pada penatalaksanaan diabetes, disamping olahraga.<br />
Tujuan penatalaksanaan diet pada diabetes adalah:<br />
Mencapai dan kemudian mempertahankan kadarglukosa darah mendekati normal Mencapai dan mempertahankan lipid mendekati normal Mencapai dan mempertahankan berat badan agar selalu dalam batas-batas yang memadai atau berat badan idaman +/- 10% Mencegah komplikasi akut dan kronik Meningkatkan kualitas hidup Kebutuhan kalori untuk penderita diabetes dihitung sesuai dengan kebutuhannya yaitu berdasarkan umur, jenis kelamin, aktivitas dan penyakit lain yang diderita, dengan demikian tidak ada satu diet yang dapat digunakan untuk semua penderita. Komposisi zat gizinya (Konsensus PERKENI, 1998) dibagi menjadi:<br />
Karbohidrat 60-70%<br />
Protein 10-15%<br />
Lemak 20-25%<br />
Kolesterol &lt;200-300 mg/hari<br />
Serat 25 g/hari<br />
Strategi terapi nutrisi pada penderita DM tipe 2:<br />
Menjaga kadar gula darah dan lipid darah dalam kadar normal. Pada penderita diabetes dengan berat badan lebih atau obes, penurunan berat badan 5%-10%, memperlihatkan perbaikan penyakit diabetes, walaupun berat badan yang diharapkan belum tercapai. Untuk menurunkan berat badan diberikan restriksi kalori 250-500 kal lebih rendah dari kebutuhan kalori total, selain itu perlu penurunan asupan lemak. Pembagian makanan menjadi 6 porsi makan, lebih baik dari pada dibagi atas 2 -3 x makan.<br />
Karbobidrat<br />
Sebaiknya penderita diabetes mengkonsumsi cukup karbohidrat. Asupan karbohidrat berkisar 60- 70% dari total kalori. Asupan karbohidrat ini sebaiknya berasal dari karbohidrat kompleks seperti: nasi, roti gandum, buah-buahan, sayuran. Sebaiknya menghindari karbohidrat simpleks seperti gula pasir, kue, sirup dll, karena karbohidrat simpleks lebih cepat dicema dan diserap, sehingga lebih cepatmenaikkan gula darah.<br />
Protein<br />
Asupan protein yang disarankan adalah 10-15% dari total kalori, bila terdapat kelainan pada ginjal (nefropati), asupan protein yang disarankan tergantung dari fungsi ginjalnya.<br />
Lemak<br />
Kelainan lemak darah sering dijumpai pada penderita diabetes, selain itu diabetes merupakan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler, oleh karena itu asupan lemak yang disarankan 20-25% dari total kalori. Bila tidak terdapat kelainan lemak darah maka, kurang dari 10% total kalori didapat dari asam lemak jenuh dan asupan kolesterol kurang dari 300 mg/hari.<br />
Bila terdapat kelainan lemak darah, disarankan tidak lebih dari 7% total kalori berasa1 dari asam lemak jenuh dan asupan kolesterol kurang dari 200mg/hari. Bila terdapat hipertrigliseridemia disarankan untuk mengkonsumsi monounsaturated fatty acid (MUFA). MUFA terdapat di olive oil, canola oil dan minyak kacang.<br />
Alkobol<br />
Efek alkohol pada kadar gula darah, tidak hanya tergantung pada alkohol yang dikonsumsi, tapi juga berhubungan dengan asupan makanan. Pada keadaan puasa alkohol dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes yang menggunakan insulin, tapi tidak mengkonsumsi makanan. Alkohol tidak dapat dikonversikan menjadi glukosa, walaupun alkohol dapat digunakan sebagai sumber kalori. Penderita dengan hipertrigliseridemia, sebaiknya menghindari mengkonsumsi alkohol.<br />
Natrium<br />
Diabetes berhubungan dengan hipertensi, oleh karena itu disarankan untuk mengkonsumsi sekitar 2400-3000 mg natrim per hari, pada penderita diabetes yang juga menderita hipertensi asupan natrium disarankan kurang atau sama dengan 2400 mg/hari. Pada penderita yang menderita hipertensi dan nefropati asupan natrium disarankan kurang atau sama degan 2000mg/hari.<br />
Vitamin dan mineral<br />
Penderita diabetes umumnya tidak memerlukan suplementasi vitamin dan mineral, bila mereka mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhannya dan bervariasi. Vitamin yang perlu diperhatikan antara lain : antioksidan, terdiri dari vitamin A, Beta karoten, vitamin E, vitamin C. Vitamin ini terdapat dalam sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi sehari-hari, jadi bila sayuran yang dikonsumsi cukup dan bervariasi, maka tidak perlu mengkonsumsi suplementasi.<br />
Serat<br />
Asupan serat yang disarankan adalah 25g/hari. Serat terdapat antara lain pada sereal, havermut, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Serat larut yang terdapat pada havermut, kacang-kacangan, buah dan beberapa sayuran dapat membantu menghambat penyerapan glukosa di usus, selain itu serat larut dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL.<br />
Sweeteners (gula pengganti)<br />
Bila menginginkan rasa manis sebaiknya menggunakan gula pengganti seperti: aspartam, sakarin, acesulfame K, sucralose.<br />
Tatalaksana Diet untuk Peningkatan Lemak Darah<br />
Pengaturan makan merupakan salah satu penangan peningkatan lemak darah yang penting selain olah raga dan obat-obatan. Faktor penting yang berhubungan dengan peningkatan lemak darah adalah konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, selain itu konsumsi makanan yang mengandung asam lemak jenuh dan kelebihan berat badan. Tujuan dari pengaturan diet pada peningkatan lemak adalah: untuk menurunkan kadar lemak darah dengan pengaturan makan. Diet sebaiknya mengandung rendah asam lemak jenuh dan rendah kolesterol, selain itu bagi yang kelebihan berat badan, diet yang diberikan diatur sehingga dapat menurunkan kelebihan berat badan tersebut. Langkah pertama disarankan diet terdiri dari:<br />
Total lemak &lt; 30% terdiri dari:</p>
<p>• Asam lemak jenuh &lt;10%<br />
• Polyunsaturated fatty acid (PUFA) &lt; 10%<br />
• Monounsaturated fatty acid (MUF A) 10-15%<br />
• Karbohidrat 60- 70 % Protein 10-15%<br />
• Kolesterol &lt; 300mg/hari<br />
Bila dalam waktu 3-4 bulan belum tercapai kadar lemak darah yang diharapkan, maka asupan asam lemak jenuh diturunkan menjadi :</p>
<p>• 7% dari total kalori<br />
• kolesterol &lt;200mg/hari,<br />
• MUFA 10-15% PUFA &lt; 10%.<br />
Asam lemak<br />
Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid/SFA) Secara umum, asam lemak jenuh cenderung meningkatkan kolesterol darah, 25-60% lemak yang berasal dari hewani dan produknya merupakan asam lemak jenuh. Lemak hewani umumnya mengandung 1 mg kolesterol/g lemak, sedangkan lemak pada butter mengandung 3 mg kolesterol/g lemak. Setiap peningkatan 1% energi dari asam lemak jenuh, diperkirakan akan meningkalkan 2.7 mg/dL kolesterol darah, akan tetapi hal ini tidak terjadi pada semua orang. Minyak kelapa sawit, minyak kelapa mengandung asam lemak jenuh, akan tetapi seperti makanan yang berasal dari nabati lainnya, minyak tidak mengandung kolesterol.<br />
Polyunsaturated fatty acid (PUFA)<br />
Omega-3 banyak terdapat di minyak ikan dan ikan laut. Penelitian mendapatkan omega 3 membantu menurunkan trigliserida 25-30%, selain itu dapat menurunkan kolesterol LDL sehingga dapat menurunkan angka kematian, penyakit jantung dan stroke.<br />
Monounsaturated fatty acid (MUFA)<br />
MUFA dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, LDL, trigliserida, dan meningkatkan kadar HDL. Sumber MUFA adalah olive oil, canola oil, minyak kacang.<br />
Kolesterol<br />
Asupan tinggi kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol darah, kenaikan 25mg kolesterol diet dapat meningkalkan kolesterol darah sebesar 1 mg/dL. Kolesterol ditemukan pada produk hewani, seperti daging, seafood, jeroan {seperti : hati, ginjal, otak, usus, dll). Jeroan mengandung kolesterol 4-15 kali lebih tinggi dibandingkan dengan daging.<br />
Serat<br />
Serat larut yang terdapat di kacang-kacangan, havermut, buah dan beberapa sayuran dapat membantu menurunkan kolesterol darah. Hal ini terjadi karena serat mengikat asam empedu yang akan menurunkan kadar kolesterol darah, karena kolesterol tersebut harus menggantikan asam empedu yang diikat oleh serat tersebut. Selain itu bakteri di usus besar memfermentasikan serat menjadi asetat, propionat dan butirat yang menghambat sintesis kolesterol.<br />
Asupan serat disarankan 25 g/hari, ini bisa tercapai dengan mengkonsumsi lebih dari 5 porsi buah dan atau sayuran per hari.<br />
Anjuran gizi pada kelainan lemak darah:<br />
1. Hindari makanan-makanan yang tinggi lemak seperti: gorengan, daging berlemak termasuk sosis, mentega, keju, es krim, kue, fast food, kulit hewani.<br />
2. Kurangi makanan sumber kolesterol sepert.: jeroan, otak, kuning telur, dll<br />
3. Buanglah lemak pada daging, untuk ayam sebaiknya dibuang kulitnya.<br />
4. Konsumsilah kacang merah, kacang polong, kacang kedelai yang merupakan sumber protein dan serat larut yang baik, yang dapat membantu menurunkan lemak darah.<br />
5. Satu kuning telur mengandung 213 mg kolesterol dan 1.7 9 lemak jenuh, oleh karena itu sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 2 butir perminggu.<br />
6. Konsumsilah buah-buahan dan sayuran secara teratur. Buah-buahan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan segar (bukan olahan).<br />
7. Hindari konsumsi karbohidrat simpleks (misalnya gula yang berlebihan).<br />
8. Pertahankan berat badan ideal. Bila berat badan berlebih, turunkan.<br />
9. Hindari rokok<br />
10. Pertahankan aktivitas fisik yang teratur.<br />
Tatalaksana Diet untuk Hipertensi<br />
Pasien dengan hipertensi cenderung kelehihan berat badan, terdapat hubungan antara kelebihan berat badan dengan hipertensi. Risiko hipertensi meningkat 2-6x pada orang yang obes dibandingkan dengan orang yang tidak obes. Penurunan berat badan pada pasien dengan obes disertai dengan hipertensi umumnya memperbaiki/menurunkan tekanan darahnya. Selain itu penurunan berat badan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler, termasuk kelainan lemak darah dan intoleransi glukosa. Huhungan antara penurunan berat badan dengan penurunan tekanan darah, belum diketahui mekanismenya dengan pasti.<br />
Pembatasan Natrium Natrium ditemukan di hampir semua makanan dan umum ditambahkan pada makanan. Kebutuhan natrium untuk dewasa dan anak-anak kurang dari 200 mg per hari, akan tetapi kebanyakan orang mengkonsumsi 6-12g garam per hari (2.5-5g natrium). Konsumsi tinggi natrium cenderung meningkatkan tekanan darah. Pembatasan asupan natrium pada pasien dengan hipertensi, memperlihatkan penurunan tekanan darah. Belum diketahui keuntungan mengkonsumsi natrium lebih dari yang dibutuhkan, oleh karena itu disarankan untuk mengkonsumsi garam kurang dari 6 g (2.4g natrium) per hari.<br />
Alkohol<br />
Penelitian memperlihatkan peningkatan prevalensi hipertensi dengan meningkatnya konsumsi alkohol. Asupan alkohol yang berlehihan dapat menyebabkan resistensi terhadap ohat-obat darah tinggi, dan penurunan asupan alkohol dapat melindungi terhadap hipertensi. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 2 sloki per hari.<br />
Kalium<br />
Penelitian mendapatkan hubungan terbalik antara asupan kalium dengan tekanan darah. Asupan kalium pada orang dewasa berkisar antara 2-6g perhari dan umumnya berasal dari buah, sayuran, daging dan susu.<br />
Lemak<br />
Penurunan asupan lemak terutama asam lemak jenuh dapat menurunkan berat badan dan profil lemak darah. Asupan lemak sebaiknya diganti dengan karbohidrat kompleks terutama buah dan sayuran.<br />
Kafein<br />
Walaupun kafein dapat menaikkan tekanan darah, kebiasaan mengkonsumsi kafein tidak berhubungan dengan nilai tekanan darah atau risiko hipertensi.</p>
Posted in kesehatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/empatsehat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/empatsehat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/empatsehat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/empatsehat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/empatsehat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/empatsehat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/empatsehat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/empatsehat.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/empatsehat.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/empatsehat.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=24&subd=empatsehat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/diet-pada-diabetes-melitus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84d90e2971f8b0258808ba84510eb6e0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">empatsehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kelemahan otot</title>
		<link>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/kelemahan-otot/</link>
		<comments>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/kelemahan-otot/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 09:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empatsehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://empatsehat.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Kelemahan Otot
 
DEFINISI
Kelemahan Otot merupakan masalah yang sering terjadi, tetapi seringkali memberikan arti yang berbeda kepada setiap penderitanya.
Beberapa penderita hanya merasakan lelah. Tetapi pada kelemahan otot yang sejati, meskipun sudah berusaha sekuat tenaga, kekuatan yang normal tidak akan dicapai.
Kelemahan bisa terjadi di seluruh tubuh, atau hanya terbatas di satu lengan, tungkai, tangan atau jari tangan. 
PENYEBAB
Kelemahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=22&subd=empatsehat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:Verdana;">Kelemahan Otot</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 12pt;"><span class="subjudul1"><span style="font-size:8.5pt;"><strong><span style="font-family:Verdana;">DEFINISI</span></strong></span></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><br />
Kelemahan Otot merupakan masalah yang sering terjadi, tetapi seringkali memberikan arti yang berbeda kepada setiap penderitanya.<br />
Beberapa penderita hanya merasakan lelah. Tetapi pada <em>kelemahan otot yang sejati</em>, meskipun sudah berusaha sekuat tenaga, kekuatan yang normal tidak akan dicapai.</p>
<p>Kelemahan bisa terjadi di seluruh tubuh, atau hanya terbatas di satu lengan, tungkai, tangan atau jari tangan. <span class="subjudul1"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 12pt;"><span class="subjudul1"><span style="font-size:8.5pt;"><strong><span style="font-family:Verdana;">PENYEBAB</span></strong></span></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><br />
Kelemahan otot bisa disebebkan oleh kelainan di otot, <em>tendon</em>, tulang atau sendi; tetapi yang paling sering menyebabkan kelemahan otot adalah kelainan pada sistem saraf.<br />
Kadang kelemahan otot terjadi setelah sembuh dari suatu penyakit dan seringkali timbul karena penuaan (<em>sarkopenia</em>).</p>
<p><strong>Penyebab kelemahan otot</strong> </span></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:90%;border:#009966 1pt outset;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#99cccc;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Penyebab</span></p>
</td>
<td style="background:#99cccc;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Contoh</span></p>
</td>
<td style="background:#99cccc;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Akibat</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kerusakan otak</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Stroke atau tumor otak</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelemahan atau kelumpuhan pada sisi yg berlawanan dengan otak yg mengalami kerusakan<br />
Bisa mempengaruhi kemampuan berbicara, menelan, berfikir &amp; kepribadian</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kerusakan medula spinalis</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Cedera pada leher atau punggung, tumor medula spinalis, penyempitan saluran spinal, sklerosis multipel, mielitis transversus, kekurangan vitamin B12</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan dan tungkai, hilangnya rasa, nyeri punggung<br />
Bisa mempengaruhi fungsi seksual, pencernaan &amp; kandung kemih</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kemunduran saraf pada medula spinalis</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Sklerosis lateral amiotrofik</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Hilangnya kekuatan otot tanpa disertai oleh hilangnya rasa</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kerusakan akar saraf spinalis</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Ruptur diskus di leher atau tulang belakang bagian bawah</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Nyeri leher &amp; kelemahan atau mati rasa di lengan, nyeri punggung bagian bawah, skiatika &amp; kelemahan atau mati rasa pada tungkai</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kerusakan pada 1 saraf<br />
(mononeuropati)</span></td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Neuropati diabetik, penekanan lokal</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelemahan atau kelumpuhan otot &amp; hilangnya rasa di daerah yg dipersarafi oleh saraf yg terkena</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kerusakan pada beberapa saraf<br />
(polineuropati)</span></td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Diabetes, sindroma Guillain-Barr?, kekurangan folat, penyakit metabolik lainnya</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelemahan atau kelumpuhan otot &amp; hilangnya sensasi di daerah yg dipersarafi oleh saraf yg terkena</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelainan pada neuromuscular junction</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Miastenia gravis, keracunan kurare, sindroma Eaton-Lambert, keracunan insektisida</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelumpuhan atau kelemahan pada beberapa otot</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Penyakit otot</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Penyakit Cudhenne (distrofi muskuler)<br />
Infeksi atau peradangan (miositis virus akut, polimiositis)</span></td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelemahan otot yg progresif di seluruh tubuh<br />
Nyeri dan kelemahan otot</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelainan psikis</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Depresi, gejala khayalan, histeria (reaksi konversi), fibromialgia</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelemahan di seluruh tubuh, kelumpuhan tanpa kerusakan saraf</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 12pt;"><span class="subjudul1"><span style="font-size:8.5pt;"><strong><span style="font-family:Verdana;">GEJALA</span></strong></span></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><br />
<em>Atrofi</em> (penciutan otot) bisa merupakan akibat dari:<br />
- kerusakan otot atau sarafnya<br />
- jarang digunakan (karena menjalani tirah baring dalam waktu yang lama).</p>
<p>Dalam keadaan normal, pembesaran otot (<em>hipertrofi</em>) bisa terjadi setelah melakukan olah raga beban.<br />
Pada seseorang yang sakit, hipertrofi terjadi karena otot tersebut bekerja lebih berat untuk mengkompensasi kelemahan otot yang lainnya.<br />
Pembesaran otot juga bisa terjadi jika jaringan otot yang normal digantikan oleh jaringan yang abnormal, seperti yang terjadi pada <em>amiloidosis</em> dan kelainan otot bawaan tertentu (misalnya <em>miotonia kongenital</em>).</p>
<p><em>Fasikulasi</em> (kedutan ototdibawah kulit yang tidak teratur dan tampak dari luar) biasanya menunjukkan kelainan saraf, meskipun kadang terjadi pada orang yang sehat (terutama jika gugup atau kedinginan) dan sering terjadi pada otot betis dari orang tua.<br />
Otot yang tidak dapat mengendur (<em>miotonia</em>) biasanya menunjukkan adanya kelainan pada otot, bukan pada sarafnya.</p>
<p><strong>Membedakan kelemahan otot berdasarkan sumbernya</strong> </span></p>
<div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:90%;border:#009966 1pt outset;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#99cccc;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelainan Saraf</span></p>
</td>
<td style="background:#99cccc;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelainan Otot</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Otot mengecil tetapi lebih kuat</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Otot lebih lemah</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Terjadi kedutan otot dibawah kulit</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kedutan otot tidak terjadi dibawah kulit</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Refleks menurun atau hilang sama sekali</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">REfleks tetap ada meskipun otot sangat lemah</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Hilangnya rasa di seluruh otot yg melemah</span></p>
</td>
<td style="background-color:transparent;border:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Rasa (sentuh &amp; hangat) normal tetapi terdapat nyeri tumpul</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 12pt;"><span class="subjudul1"><span style="font-size:8.5pt;"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span class="subjudul1"><span style="font-size:8.5pt;"><strong><span style="font-family:Verdana;">DIAGNOSA</span></strong></span></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><br />
Pemeriksaan otot dilakukan secara sistematis, mulai dari wajah dan leher, lalu lengan dan akhirnya tungkai.<br />
Dalam keadaan normal, seseorang dapat menahan rentangan lengannya selama beberapa menit tanpa gemetaran. Ketidakmampuan menahan lengan dengan kokoh bisa merupakan pertanda adanya kelemahan otot.<br />
Kekuatan melawan tahanan diuji dengan mendorong atau menarik dari arah yang berlawanan.</p>
<p>Tes fungsional dilakukan dengan meminta penderita melakukan hal-hal berikut:<br />
- bangkit dari kursi tanpa bantuan lengan<br />
- jongkok dan bangkit dari jongkok<br />
- berdiri diatas jari kaki dan tumit<br />
- menggenggam benda.</p>
<p>Dalam keadaan normal, otot bersifat kokoh tetapi tidak keras dan licin, tidak berbenjol-benjol.</p>
<p>Pemeriksaan neurologis menyeluruh bisa membantu menentukan berbagai kelainan rasa, koordinasi, gerakan motor dan refleks.<br />
Uji kecepatan penghantaran saraf bisa membantu menentukan fungsi saraf.<br />
<em>Elektromiogram</em> dilakukan untuk menentukan kelainan otot.</p>
<p>Jika kelainan terletak pada otot, maka bisa dilakukan <em>biopsi</em> otot untuk diperiksa dibawah mikroskop.<br />
Pemeriksaan darah digunakan untuk menentukan laju endah darah (yang akan meningkat jika terjadi peradangan) dan kadar kreatin kinase (<em>enzim</em> otot yang dilepaskan ke dalam aliran darah jika terjadi kerusakan otot).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span class="subjudul1"><span style="font-size:8.5pt;"><strong><span style="font-family:Verdana;">PENGOBATAN</span></strong></span></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><br />
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.</span></p>
Posted in kesehatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/empatsehat.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/empatsehat.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/empatsehat.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/empatsehat.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/empatsehat.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/empatsehat.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/empatsehat.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/empatsehat.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/empatsehat.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/empatsehat.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=22&subd=empatsehat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/kelemahan-otot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84d90e2971f8b0258808ba84510eb6e0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">empatsehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>irama jantung abnormal</title>
		<link>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/irama-jantung-abnormal/</link>
		<comments>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/irama-jantung-abnormal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 07:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empatsehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://empatsehat.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Irama Jantung Abnormal
 
DEFINISI
Jantung adalah organ berotot dengan empat kamar yang didesain untuk bekerja secara efesien, dapat diandalkan, dan terus menerus sepanjang hidup. Dinding otot tiap kamar berkontraksi dengan urutan yang tepat, mendorong darah sewaktu dicurahkan dengan energi sekecil mungkin dalam setiap detak jantung. 
Kontraksi serat otot jantung dikontrol oleh pelepasan aliran listrik yang melalui jantung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=19&subd=empatsehat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;">Irama Jantung Abnormal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;"><span class="subjudul1"><span style="color:windowtext;">DEFINISI</span></span><span style="font-family:Verdana;"></span></span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Jantung adalah organ berotot dengan empat kamar yang didesain untuk bekerja secara efesien, dapat diandalkan, dan terus menerus sepanjang hidup. Dinding otot tiap kamar berkontraksi dengan urutan yang tepat, mendorong darah sewaktu dicurahkan dengan energi sekecil mungkin dalam setiap detak jantung. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Kontraksi serat otot jantung dikontrol oleh pelepasan aliran listrik yang melalui jantung dengan cara yang teratur sepanjang alur yang pasti dan dengan kecepatan yang terkontrol. Penghentian irama terjadi setiap detak jantung memulai di pacemaker jantung (nodus sinoatrial), yang terletak di dinding atrium kanan. Kecepatan pelepasan dipengaruhi oleh impuls saraf dan oleh tingkat hormon yang bersirkulasi di aliran darah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Bagian sistem saraf yang diatur detak jantung secara otomatis adalah sistem saraf otonomis, yang terdiri dari sistem saraf simpatis dan parasimpatis. Sistem simpatis mempercepat detak jantung, sistem parasimpatis memperlambatnya. Sistem simpatis menyuplai jantung melalui jaringan saraf, simpatis plexus. Sistem parasimpatis menyuplai jantung melalui saraf tunggal, saraf vagus.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Kecepatan jantung juga dipengaruhi oleh sirkulasi hormon efineprin (adrenalin) dan norefineprin (noradrenalin) sistem simpatis yang mempercepat detak jantung. Hormon tiroid mempengaruhi kecepatan jantung juga. Terlalu banyak hormon tiroid detak jantung menjadi cepat, dengan kadar hormon sedikit detak jantung menjadi lambat.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Kecepatan normal jantung biasanya 60 sampai 100 detak per menit. Namun demikian, detak jantung normal lebih rendah untuk usia muda, khususnya yang mempunyai fisik fit. Kecepatan jantung yang bervariasi adalah normal. Kecepatan jantung tidak hanya merespon kegiatan olah raga dan tidak beraktivitas tetapi juga dipengaruhi oleh nyeri dan emosi. Hanya ketika kecepatan jantung tidak wajar cepatnya (takikardi) atau lambatnya (bradikardi) atau ketika impuls elektrik bergerak dalam aliran yang abnormal sehingga detak jantung diperkirakan mempunyai irama yang abnormal (aritmia). Irama abnormal mungkin teratur atau tidak teratur.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Jalur elektrik </span></strong><span style="font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Pelepasan elektrik dari gerak pacemaker pertama kali melalui atrium kiri dan kanan, menyebabkan jaringan otot berkontraksi dengan berurutan dan darah disuntikan dari atrium ke ventrium. Pelepasan elektrik kemudian mencapai nodus atrioventrikular antara atrium dan ventrium. Nodus ini menunda transmisi pelepasan elektrik agar atrium berkontraksi secara penuh dan ventrium terisi darah sebanyak mungkin sepanjang diastol ventrikular, yaitu periode relaksasi ventrikular.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Setelah melalui nodus atrioventrikular, pelepasan elektrik bergerak turun ke simpul His, kelompok serat yang terbagi dalam simpul kiri untuk ventrium kiri dan simpul kanan untuk ventrium kanan. Pelepasan kemudian menyebar dengan cara yang sama ke permukaan ventrium, memulai kontraksi ventrium (sistol), sepanjang darah disuntikkan ke jantung.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Berbagai masalah dapat terjadi dengan aliran arus elektrik, menghasilkan keadaan aritmia dari keadaan aman ke keadaan yang menakutkan. Setiap tipe aritmia mempunyai penyebab masing-masing, tetapi beberapa menjadi penyebab berbagai aritmia. Aritmia minor mungkin disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, merokok, stres atau olah raga. Overaktivitas dan kurang aktivitas dari fungsi tiroid dan beberapa obat, khususnya yang digunakan untuk mengobati penyakit paru-paru dan beberapa obat untuk menurunkan tekanan darah, dapat mempengaruhi kecepatan dan irama jantung. Penyebab tersering aritmia adalah penyakit jantung, khususnya penyakit arteri koroner, fungsi abnormal klep jantung, dan gagal jantung. Kadang-kadang aritmia terjadi tanpa diketahui atau hal lain penyebabnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Verdana;"><span class="subjudul1"><span style="color:windowtext;">GEJALA</span></span><span style="font-family:Verdana;"></span></span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Kesadaran detak jantung seseorang (disebut palpitasi) banyak variasinya untuk semua orang. Beberapa orang dapat merasa walau detak jantungnya normal. Tiap kali berbaring ke sebelah kiri badan banyak orang dapat merasakan jantung yang sedang berdetak. Juga, orang dapat tahu detak jantungnya abnormal. Serigkali kesadaran atas detak jantung seseorang terganggu, tetapi biasanya hal itu tidak berasal dari adanya penyakit. Lebih banyak hal itu disebabkan kontraksi kuat yang tidak biasa yang terjadi secara periodik dengan berbagai alasan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Orang yang mempunyai jenis aritmia tertentu cenderung mempunyai aritmia yang sama secara berulang. Beberapa tipe aritmia menyebabkan sedikit atau tidak sama sekali gejala tetapi seringkali membuat masalah. Aritmia lainnya tidak pernah menyebabkan masalah serius tetapi menyebabkan gejala. Seringkali keadaan dan keparahan dari penyakit jantung lebih penting daripada aritmia itu sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Bila aritmia mempengaruhi kemampuan jantung memompa darah, aritmia dapat menyebabkan kepala berasa ringan, pusing, pingsan. Aritmia yang menyebabkan gejala-gejal itu perlu mendapat perhatian.</span></span></p>
Posted in kesehatan Tagged: Add new tag, kesehatan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/empatsehat.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/empatsehat.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/empatsehat.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/empatsehat.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/empatsehat.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/empatsehat.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/empatsehat.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/empatsehat.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/empatsehat.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/empatsehat.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=19&subd=empatsehat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/27/irama-jantung-abnormal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84d90e2971f8b0258808ba84510eb6e0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">empatsehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>membuka web yang diblokir</title>
		<link>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/membuka-web-yang-diblokir/</link>
		<comments>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/membuka-web-yang-diblokir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 15:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empatsehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[komputer dan internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://empatsehat.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Membuka web yang di blokir
 
Pernahkah anda mengalami kejadian ketika ingin membuka sebuah website ternyata website tersebut telah diblokir berdasarkan asal IP address pengunjung (misal IP address yang berasal dari Indonesia tidak bisa membuka web yang diperkirakan berisi pornografi), atau anda ingin menyembunyikan identitas IP address anda dengan tujuan tertentu.
 
Caranya gampang, cari dan gunakan saja anonymous [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=17&subd=empatsehat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Membuka web yang di blokir</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pernahkah anda mengalami kejadian ketika ingin membuka sebuah website ternyata website tersebut telah diblokir berdasarkan asal IP address pengunjung (misal IP address yang berasal dari Indonesia tidak bisa membuka web yang diperkirakan berisi pornografi), atau anda ingin menyembunyikan identitas IP address anda dengan tujuan tertentu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Caranya gampang, cari dan gunakan saja anonymous proxy yang banyak tersedia di jagad web dengan bantuan mesin pencari Google. Caranya ketik “proxy list” dan tekan enter, maka kemudian anda akan mendapatkan begitu banyak web yang menyediakan daftar proxy yang bisa digunakan untuk mengubah IP address anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Merubah IP Adress menggunakan Anonymous Proxy</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Untuk membuktikan berhasil tidaknya metode yang akan dijelasakan dalam artikel ini, pertama-tama adalah dengan mengetahui IP address anda terlebih dahulu dengan mengunjungi web yang menampilkan IP address pengunjungnya, misal IP-adress.com. Setelah anda mengetahui / mengingat IP address tersebut, langkah selanjutnya adalah membuka mesin pencari Google dan ketikkan kata “proxy list”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setelah Google menampilkan web yang menyediakan anonymous proxy, bukalah salah satu web tersebut. Kemudian setelah web tersebut terbuka anda akan mendapatkan daftar proxy yang dapat digunakan untuk mengubah IP address anda. Pilih salah satu proxy tersebut misalnya nomor proxy dan port dengan negara asal Malaysia. Format proxy tersebut biasanya seperti ini, Proxy : xxx.xxx.xxx.xxx Port : yyy misalnya Proxy : 69.14.211.102 Port : 3128 Catat, tetapi jangan tutup dulu web tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Langkah selanjutnya adalah memasukkan Proxy dan Port tersebut kedalam settingan internet anda, yaitu dengan cara</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Untuk Internet Explorer</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Klik “Tools” &gt; “Internet Options”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pilih Tab “Connection”, dan klik “LAN Setting”, beri tanda centang pada “Use proxy server for your LAN” dan selanjutnya isikan dengan proxy dan port yang anda dapatkan dari web penyedia anonymous proxy</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jangan lupa pilih / beri tanda check pada “By pass proxy” dan tekan OK.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Untuk Mozila Firefox</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Klik “Tools” &gt; “Options”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pilih Tab “Advance” dan pilih Tab “Network”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Klik “Setting” pada kotak “Connection” (Configure how Firefox connect to the internet)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pilih “Manual proxy configuration”, dan isi anonymous proxy dan port yang anda dapat dari web pada kotak “HTTP Proxy” dan “Port”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Anda bisa memberi tanda centang atau tidak (optional) pada “Use this proxy server for all protocols”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tekan OK</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Untuk membuktikan apakah IP address anda sudah berubah atau belum, buka kembali web yang menayangkan IP address pengunjungnya (IP-adress.com) dan lihat apakah IP address anda sudah berubah dari sebelumnya. Jika belum coba isi dengan nomor proxy dan port yang lain sampai berhasil karena jika belum berhasil kemungkinan anonymous proxy tersebut sudah daluarsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">###selamat mencoba ###</span></p>
Posted in komputer dan internet  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/empatsehat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/empatsehat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/empatsehat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/empatsehat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/empatsehat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/empatsehat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/empatsehat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/empatsehat.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/empatsehat.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/empatsehat.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=17&subd=empatsehat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/membuka-web-yang-diblokir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84d90e2971f8b0258808ba84510eb6e0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">empatsehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tekanan darah tinggi</title>
		<link>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/tekanan-darah-tinggi/</link>
		<comments>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/tekanan-darah-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 14:54:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empatsehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://empatsehat.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[



Tekanan Darah Tinggi
(Hipertensi)



 
DEFINISI
Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri.
Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.



Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=14&subd=empatsehat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:Verdana;">Tekanan Darah Tinggi<br />
(<em>Hipertensi</em>)</span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span class="subjudul1"><span style="font-size:8.5pt;"><strong></strong></span></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span class="subjudul1"><span style="font-size:8.5pt;"><strong>DEFINISI</strong></span></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><br />
Tekanan Darah Tinggi (<em>hipertensi</em>) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam <em>arteri</em>.</p>
<p>Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap <em>stroke</em>, <em>aneurisma</em>, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik).<br />
Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.<br />
Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya.<br />
Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.</p>
<p>Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.<br />
Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.</p>
<p>Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan.<br />
Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi.</p>
<p>Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.<br />
Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat.<br />
Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.</p>
<p>Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa </span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:90%;border:#009966 1pt outset;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;background:#99cccc;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kategori</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;background:#99cccc;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Tekanan Darah Sistolik</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;background:#99cccc;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Tekanan Darah Diastolik</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Normal</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Dibawah 130 mmHg</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Dibawah 85 mmHg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Normal tinggi</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">130-139 mmHg</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">85-89 mmHg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Stadium 1<br />
(Hipertensi ringan)</span></td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">140-159 mmHg</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">90-99 mmHg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Stadium 2<br />
(Hipertensi sedang)</span></td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">160-179 mmHg</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">100-109 mmHg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Stadium 3<br />
(Hipertensi berat)</span></td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">180-209 mmHg</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">110-119 mmHg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Stadium 4<br />
(Hipertensi maligna)</span></td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">210 mmHg atau lebih</span></p>
</td>
<td style="border-right:#009966 1pt inset;border-top:#009966 1pt inset;border-left:#009966 1pt inset;border-bottom:#009966 1pt inset;background-color:transparent;padding:3.75pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">120 mmHg atau lebih</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"></p>
<p>PENGENDALIAN TEKANAN DARAH</p>
<p>Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis.<br />
Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Sebaliknya, jika:<br />
- aktivitas memompa jantung berkurang<br />
- arteri mengalami pelebaran<br />
- banyak cairan keluar dari sirkulasi<br />
maka tekanan darah akan menurun.</p>
<p>Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis). </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Perubahan fungsi ginjal<br />
Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara:<br />
- Jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air, yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekana darah ke normal.<br />
- Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal.<br />
- Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormon angiotensi, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.</p>
<p>Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah; karena itu berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.<br />
Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa menyebabkan hipertensi.<br />
Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Sistem saraf simpatis merupakan bagian dari sistem saraf otonom, yang untuk sementara waktu akan:<br />
- meningkatkan tekanan darah selama respon fight-or-flight (reaksi fisik tubuh terhadap ancaman dari luar)<br />
- meningkatkan kecepatan dan kekuatan denyut jantung; juga mempersempit sebagian besar arteriola, tetapi memperlebar arteriola di daerah tertentu (misalnya otot rangka, yang memerlukan pasokan darah yang lebih banyak)<br />
- mengurangi pembuangan air dan garam oleh ginjal, sehingga akan meningkatkan volume darah dalam tubuh<br />
- melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin), yang merangsang jantung dan pembuluh darah. </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong></strong></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong><span style="font-size:8.5pt;">PENYEBAB</span><br />
Pada sekitar 90% penderita hipertensi, penyebabnya tidak diketahui dan keadaan ini dikenal sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer.<br />
Hipertensi esensial kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.</p>
<p>Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder.<br />
Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal.<br />
Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).</p>
<p>Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).</p>
<p>Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.<br />
Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.</p>
<p>Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder: </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Penyakit Ginjal<br />
- Stenosis arteri renalis<br />
- Pielonefritis<br />
- Glomerulonefritis<br />
- Tumor-tumor ginjal<br />
- Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)<br />
- Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)<br />
- Terapi penyinaran yang mengenai ginjal </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kelainan Hormonal<br />
- Hiperaldosteronisme<br />
- Sindroma Cushing<br />
- Feokromositoma </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Obat-obatan<br />
- Pil KB<br />
- Kortikosteroid<br />
- Siklosporin<br />
- Eritropoietin<br />
- Kokain<br />
- Penyalahgunaan alkohol<br />
- Kayu manis (dalam jumlah sangat besar) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Penyebab Lainnya<br />
- Koartasio aorta<br />
- Preeklamsi pada kehamilan<br />
- Porfiria intermiten akut<br />
- Keracunan timbal akut. </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong></strong></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong><span style="font-size:8.5pt;">GEJALA</span><br />
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).<br />
Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.</p>
<p>Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:<br />
- sakit kepala<br />
- kelelahan<br />
- mual<br />
- muntah<br />
- sesak nafas<br />
- gelisah<br />
- pandangan menjadi kabur<br />
yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.</p>
<p>Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak.<br />
Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong></strong></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong></strong></span> </p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong><span style="font-size:8.5pt;">DIAGNOSA</span><br />
Tekanan darah diukur setelah seseorang duduk atau berbaring selama 5 menit.<br />
Angka 140/90 mmHg atau lebih dapat diartikan sebagai hipertensi, tetapi diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan satu kali pengukuran.</p>
<p>Jika pada pengukuran pertama memberikan hasil yang tinggi, maka tekanan darah diukur kembali dan kemudian diukur sebanyak 2 kali pada 2 hari berikutnya untuk meyakinkan adanya hipertensi.<br />
Hasil pengukuran bukan hanya menentukan adanya tekanan darah tinggi, tetepi juga digunakan untuk menggolongkan beratnya hipertensi.</p>
<p>Setelah diagnosis ditegakkan, dilakukan pemeriksaan terhadap organ utama, terutama pembuluh darah, jantung, otak dan ginjal.</p>
<p>Retina (selaput peka cahaya pada permukaan dalam bagian belakang mata) merupakan satu-satunya bagian tubuh yang secara langsung bisa menunjukkan adanya efek dari hipertensi terhadap arteriola (pembuluh darah kecil). Dengan anggapan bahwa perubahan yang terjadi di dalam retina mirip dengan perubahan yang terjadi di dalam pembuluh darah lainnya di dalam tubuh, seperti ginjal.<br />
Untuk memeriksa retina, digunakan suatu oftalmoskop. Dengan menentukan derajat kerusakan retina (retinopati), maka bisa ditentukan beratnya hipertensi.</p>
<p>Perubahan di dalam jantung, terutama pembesaran jantung, bisa ditemukan pada elektrokardiografi (EKG) dan foto rontgen dada.<br />
Pada stadium awal, perubahan tersebut bisa ditemukan melalui pemeriksaan ekokardiografi (pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik untuk menggambarkan keadaan jantung).</p>
<p>Bunyi jantung yang abnormal (disebut bunyi jantung keempat), bisa didengar melalui stetoskop dan merupakan perubahan jantung paling awal yang terjadi akibat tekanan darah tinggi.</p>
<p>Petunjuk awal adanya kerusakan ginjal bisa diketahui terutama melalui pemeriksaan air kemih.<br />
Adanya sel darah dan albumin (sejenis protein) dalam air kemih bisa merupakan petunjuk terjadinya kerusakan ginjal.</p>
<p>Pemeriksaan untuk menentukan penyebab dari hipertensi terutama dilakukan pada penderita usia muda.<br />
Pemeriksaan ini bisa berupa rontgen dan radioisotop ginjal, rontgen dada serta pemeriksaan darah dan air kemih untuk hormon tertentu.</p>
<p>Untuk menemukan adanya kelainan ginjal, ditanyakan mengenai riwayat kelainan ginjal sebelumnya.<br />
Sebuah stetoskop ditempelkan diatas perut untuk mendengarkan adanya bruit (suara yang terjadi karena darah mengalir melalui arteri yang menuju ke ginjal, yang mengalami penyempitan).<br />
Dilakukan analisa air kemih dan rontgen atau USG ginjal.</p>
<p>Jika penyebabnya adalah feokromositoma, maka di dalam air kemih bisa ditemukan adanya bahan-bahan hasil penguraian hormon epinefrin dan norepinefrin.<br />
Biasanya hormon tersebut juga menyebabkan gejala sakit kepala, kecemasan, palpitasi (jantung berdebar-debar), keringat yang berlebihan, tremor (gemetar) dan pucat.</p>
<p>Penyebab lainnya bisa ditemukan melalui pemeriksaan rutin tertentu.<br />
Misalnya mengukur kadar kalium dalam darah bisa membantu menemukan adanya hiperaldosteronisme dan mengukur tekanan darah pada kedua lengan dan tungkai bisa membantu menemukan adanya koartasio aorta. </strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong></strong></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong><span style="font-size:8.5pt;">PENGOBATAN</span><br />
Hipertensi esensial tidak dapat diobati tetapi dapat diberikan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi.</p>
<p>Langkah awal biasanya adalah merubah pola hidup penderita: </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Penderita hipertensi yang mengalami kelebihan berat badan dianjurkan untuk menurunkan berat badannya sampai batas ideal. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Merubah pola makan pada penderita diabetes, kegemukan atau kadar kolesterol darah tinggi.<br />
Mengurangi pemakaian garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan kalsium, magnesium dan kalium yang cukup) dan mengurangi alkohol. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Olah raga aerobik yang tidak terlalu berat.<br />
Penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Berhenti merokok. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">PEMBERIAN OBAT-OBATAN </span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=tiazid"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">Diuretik thiazide</span></span></a> biasanya merupakan obat pertama yang diberikan untuk mengobati hipertensi.<br />
<a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=Diuretik%20%3e%3cfont%20color="><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">Diuretik</span></span></a> membantu ginjal membuang garam dan air, yang akan mengurangi volume cairan di seluruh tubuh sehingga menurunkan tekanan darah.<br />
<a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=Diuretik%20%3e%3cfont%20color="><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">Diuretik</span></span></a> juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah.<br />
<a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=Diuretik%20%3e%3cfont%20color="><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">Diuretik</span></span></a> menyebabkan hilangnya kalium melalui air kemih, sehingga kadang diberikan tambahan kalium atau obat penahan kalium.<br />
Diuretik sangat efektif pada:<br />
- orang kulit hitam<br />
- lanjut usia<br />
- kegemukan<br />
- penderita gagal jantung atau penyakit ginjal menahun </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Penghambat adrenergik merupakan sekelompok obat yang terdiri dari alfa-blocker, <a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=beta%20blocker"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">beta-blocker</span></span></a> dan alfa-beta-blocker labetalol, yang menghambat efek sistem saraf simpatis.<br />
Sistem saraf simpatis adalah sistem saraf yang dengan segera akan memberikan respon terhadap stres, dengan cara meningkatkan tekanan darah.<br />
Yang paling sering digunakan adalah <a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=beta%20blocker"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">beta-blocker</span></span></a>, yang efektif diberikan kepada:<br />
- penderita usia muda<br />
- penderita yang pernah mengalami serangan jantung<br />
- penderita dengan denyut jantung yang cepat<br />
- angina pektoris (nyeri dada)<br />
- sakit kepala migren. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Angiotensin converting enzyme inhibitor (<a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=ace%20inhibitor"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">ACE-inhibitor</span></span></a>) menyebabkan penurunan tekanan darah dengan cara melebarkan arteri.<br />
Obat ini efektif diberikan kepada:<br />
- orang kulit putih<br />
- usia muda<br />
- penderita gagal jantung<br />
- penderita dengan protein dalam air kemihnya yang disebabkan oleh penyakit ginjal menahun atau penyakit ginjal diabetik<br />
- pria yang menderita impotensi sebagai efek samping dari obat yang lain. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Angiotensin-II-bloker menyebabkan penurunan tekanan darah dengan suatu mekanisme yang mirip dengan <a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=ace%20inhibitor"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">ACE-inhibitor</span></span></a>. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>5.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=Antagonis%20kalsium"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">Antagonis kalsium</span></span></a> menyebabkan melebarnya pembuluh darah dengan mekanisme yang benar-benar berbeda.<br />
Sangat efektif diberikan kepada:<br />
- orang kulit hitam<br />
- lanjut usia<br />
- penderita angina pektoris (nyeri dada)<br />
- denyut jantung yang cepat<br />
- sakit kepala migren. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 12pt .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>6.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=Vasodilator"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">Vasodilator</span></span></a> langsung menyebabkan melebarnya pembuluh darah.<br />
Obat dari golongan ini hampir selalu digunakan sebagai tambahan terhadap obat anti-hipertensi lainnya. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;"><span>7.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">Kedaruratan hipertensi (misalnya hipertensi maligna) memerlukan obat yang menurunkan tekanan darah tinggi dengan segera.<br />
Beberapa obat bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat dan sebagian besar diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah):<br />
- diazoxide<br />
- <a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=nitroprussid"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">nitroprusside</span></span></a><br />
- <a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=nitroglycerin"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">nitroglycerin</span></span></a><br />
- labetalol.<br />
<a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=Nifedipin"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">Nifedipine</span></span></a> merupakan <a href="http://www.medicastore.com/med/caridatapilih.php?pilih=1&amp;UID=20080516075805125.208.146.2&amp;cari=Antagonis%20kalsium"><span class="subjudul1"><span style="color:#000000;">kalsium antagonis</span></span></a> dengan kerja yang sangat cepat dan bisa diberikan per-oral (ditelan), tetapi obat ini bisa menyebabkan hipotensi, sehingga pemberiannya harus diawasi secara ketat. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:8.5pt;font-family:Verdana;">PENGELOLAAN HIPERTENSI SEKUNDER</p>
<p>Pengobatan hipertensi sekunder tergantung kepada penyebabnya.<br />
Mengatasi penyakit ginjal kadang dapat mengembalikan tekanan darah ke normal atau paling tidak menurunkan tekanan darah.</p>
<p>Penyempitan arteri bisa diatasi dengan memasukkan selang yang pada ujungnya terpasang balon dan mengembangkan balon tersebut.<br />
Atau bisa dilakukan pembedahan untuk membuat jalan pintas (operasi bypass).</p>
<p>Tumor yang menyebabkan hipertensi (misalnya feokromositoma) biasanya diangkat melalui pembedahan. </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="width:433.5pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:.75pt;" width="578" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong></strong></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><strong><span style="font-size:8.5pt;">PENCEGAHAN</span><br />
Perubahan gaya hidup bisa membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.</p>
<p></strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
Posted in kesehatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/empatsehat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/empatsehat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/empatsehat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/empatsehat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/empatsehat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/empatsehat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/empatsehat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/empatsehat.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/empatsehat.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/empatsehat.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=14&subd=empatsehat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/tekanan-darah-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84d90e2971f8b0258808ba84510eb6e0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">empatsehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>menghitung pajak</title>
		<link>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/menghitung-pajak/</link>
		<comments>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/menghitung-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 14:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empatsehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[wawasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://empatsehat.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Yuk hitung pajak sendiri
Perhitungan PPh 21 pribadi sangat mudah, jadi kita harus bisa menghitung pajak diri kita sendiri. Biasanya karyawan telah dipotong langsung pajaknya oleh perusahaan. Ga mau khan terima gaji dengan potongan pajak tapi kita ga tau bgmn perhitungannya, jangan2 salah hitung lg hihihi
Sebelum kita hitung, kita harus tau peraturan pajak untuk pribadi yang berlaku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=12&subd=empatsehat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yuk hitung pajak sendiri</span></span></span></strong></p>
<p><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Perhitungan PPh 21 pribadi sangat mudah, jadi kita harus bisa menghitung pajak diri kita sendiri. Biasanya karyawan telah dipotong langsung pajaknya oleh perusahaan. Ga mau khan terima gaji dengan potongan pajak tapi kita ga tau bgmn perhitungannya, jangan2 salah hitung lg hihihi<br />
Sebelum kita hitung, kita harus tau peraturan pajak untuk pribadi yang berlaku saat ini (PER-15/PJ/2006 Pasal 8 ayat 3).</span></span></span></p>
<p><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak):<br />
Pribadi                  : Rp 13.200.000 /th    atau Rp 1.100.000/bln.</span></span></span></p>
<p><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tambahan jika memiliki<br />
Istri                       : Rp  1.200.000/th     atau Rp   100.000/bln. <br />
Anak (max) 3   @: Rp  1.200.000/th     atau Rp   100.000/bln.<br />
Tarif Pajak Progresif:<br />
  0 &#8211; 25  jt :  5%<br />
 25 &#8211; 50  jt : 10%<br />
 50 &#8211; 100 jt  : 15%<br />
100 &#8211; 200 jt : 25%<br />
&gt;200 jt  : 35%<br />
Contoh perhitungan sederhana:</span></span></span></p>
<p><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ali pegawau perusahaan PT.X menikah dengan 1 anak. Gaji perbulan Rp 2 jt.<br />
PT. X membayar premi jaminan kecelakaan kerja (JKK) 10 rb dan jaminan kematian (JK)  6 rb<br />
PT. X menanggung jaminan hari tua (JHT) 74 rb dan Ali membayar JHT 40rb<br />
PT. X membayar iuran pensiun ke dana pensiun 70 rb dan Ali membayar 42.8 rb</span></span></span></p>
<p><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Perhitungan PPh 21:<br />
Gaji Sebulan               Rp 2.000.000<br />
Premi JKK                (Rp    10.000)<br />
premi  JK                  (Rp     6.000)<br />
Penghasilan Bruto                                             Rp 2.016.000<br />
       <br />
Pengurangan :<br />
Biaya Jabatan  Rp 108.000 max<br />
Iuran pensiun  Rp   42.800<br />
Iuran JHT        Rp   40.000<br />
Total Pengurangan                                            (Rp   190.800)<br />
Penghasilan per bulan                                        Rp 1.825.200</span></span></span></p>
<p><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Penghasilan netto setahun<br />
12 x Rp 1.825.200                                                                              Rp 21.902.400<br />
PTKP:<br />
Pribadi                              Rp 13.200.000/th <br />
tambahan memiliki istri Rp  1.200.000/th<br />
tambahan 1 anak            Rp  1.200.000/th<br />
Total PTKP                                                                                         (Rp 15.600.000)<br />
PKP setahun                                                                                         Rp  6.302.400</span></span></span></p>
<p><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">PPh Pasal 21 terutang<br />
5% x 6.302.400  = Rp 315.120</span></span></span></p>
<p><span lang="EN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">PPh Pasal 21 sebulan<br />
Rp 315.120 / 12  = Rp  26.260</span></span></span></p>
Posted in wawasan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/empatsehat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/empatsehat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/empatsehat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/empatsehat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/empatsehat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/empatsehat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/empatsehat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/empatsehat.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/empatsehat.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/empatsehat.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=12&subd=empatsehat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/menghitung-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84d90e2971f8b0258808ba84510eb6e0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">empatsehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>osteoporosis</title>
		<link>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/5/</link>
		<comments>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/5/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 12:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>empatsehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[osteoporosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://empatsehat.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Mengatasi Gangguan Punggung, Mencegah Osteoporosis Dini

Senin, 24 November 2008 
Tahukah Anda bahwa tanpa kita sadari banyak organ tubuh kita bekerja 24 jam non-stop? Punggung adalah salah satunya. Dalam keadaan tidurpun, punggung tetap menjalankan fungsinya untuk senantiasa menjaga postur tubuh kita. 
Mengingat punggung bekerja selama 24 jam, seringkali kita lupa memberinya perhatian. Coba hitung berapa kali anda olah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=5&subd=empatsehat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengatasi Gangguan Punggung, Mencegah Osteoporosis Dini</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Senin, 24 November 2008 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tahukah Anda bahwa tanpa kita sadari banyak organ tubuh kita bekerja 24 jam non-stop? Punggung adalah salah satunya. Dalam keadaan tidurpun, punggung tetap menjalankan fungsinya untuk senantiasa menjaga postur tubuh kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mengingat punggung bekerja selama 24 jam, seringkali kita lupa memberinya perhatian. Coba hitung berapa kali anda olah raga dalam seminggu, merasa stress atau berapa menit anda berdiri atau duduk dalam sehari?. Semua jawaban pertanyaan diatas sangat berhubungan dengan kesehatan punggung Anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Punggung tersusun dari 24 buah tulang yang disebut vertebrae (tulang belakang). Masing-masing vertebrae dipisahkan satu sama lain oleh bantalan tulang rawan atau diskus. Seluruh rangkaian vertebrae ini membentuk tiga buah lengkung alamiah, yang menyerupai huruf<span>  </span>S. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Lengkung paling atas disebut juga segmen servikal (leher), kemudian diikuti segmen toraks (punggung tengah) dan yang terbawah yaitu lumbar (punggung bawah). Lengkung lumbar bertugas untuk menopang berat seluruh tubuh dan pergerakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Postur tubuh yang baik akan melindungi kita dari cedera sewaktu melakukan gerakan karena beban disebarkan merata keseluruh bagian tulang belakang. Postur tubuh yang baik akan diperoleh jika telinga, bahu dan pinggul berada dalam satu garis lurus nke bawah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Komponen punggung </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Otot punggung ditunjang oleh punggung, perut, pinggang dan tungkai yang kuat dan fleksibel. Semua otot ini berfungsi untuk menahan agar tulang belakang dan diskus tetap dalam posisi normal. Kelemahan pada salah satu otot akan menambah ketegangan pada otot lain dan akhirnya menimbulkan masalah punggung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Diskus. Bantalan tulan rawan yang berfungsi sebagai penahan goncangan ini terdapat diantara vertebrae, sehingga memungkinkan sendi-sendi untuk bergerak secara halus. Tiap diskus memiliki bagiam tengah seperti bunga karang (berongga kecil-kecil) dan bagian luar yang keras dan mengandung serat saraf untuk rasa nyeri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Juga terdapat cairan yang mengalir kedalam dan keluar diskus. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan punggung bergerak bebas. Diskus yang sehat bersifat elastis, mudah kembali ke bentuk semula jika tertekan diantara kedua vertebrae. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pada saat tidur, sangat sedikit cairan yang keluar dari diskus. Itulah sebabnya kita sering mengalami kekakuan otot ketika baru bangun tidur. Gerakan mendadak yang dilakukan sewaktu baru bangun tidur dapat mengakibatkan cedera punggung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Perusak punggung </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Banyak orang yang tidak menyadari kalau mereka sesungguhnya selalu mempekerjakan punggungnya setiap kali duduk, berdiri ataupun berbaring. Jadi punggung bekerja non stop selama 24 jam sehari. Buruknya postur tubuh, kegemukan (obesitas) dan gerakan yang kurang benar selama bertahun-tahun, akan mengakibatkan kelainan pada otot dan diskus, bahkan bisa berakibat nyeri punggung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Beberapa penyalahgunaan punggung : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Stress. Punggung sangat sensitif terhadap ketegangan otot akibat stress sehari-hari. Dalam keadaan lemah dan kaku, otot punggung mengalami spasme (kejang). Kondisi ini menyebabkan aliran darah yang mengangkut oksigen menjadi terhambat, sehingga otot kekurangan oksigen. Akibatnya, penderita mengalami nyeri yang semakin parah jika tidak segera ditangani dokter. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2. Postur tubuh yang buruk. Postur tubuh yang kurang tepat menyebabkan lengkung tulang belakang tidak berada dalam satu garis lurus sehingga mudah cedera dan menimbulkan kelainan premature pada diskus. Diskus yang rapuh tidak lagi mampu menjadi bantalan vertebrae. Kelainan akibat postur tubuh yang buruk yaitu tulang belakang terlalu melengkung ke depan atau belakang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Kurang Olahraga. 80 % kasus nyeri tulang punggung disebabkan karena buruknya kelenturan (tonus) otot atau kurang berolahraga. Otot yang lemah, terutama pada daerah perut, tentu tidak mampu menyokong punggung secara maksimal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Cedera dan ketegangan otot. Gerakan memutar, membungkuk atau mengangkat beban berat yang tidak dilakukan secara benar, akan mengakibatkan ketegangan pada otot atau cedera ligamen (jaringan eleastis yang menjaga kestabilan tulang). Hal yang sama juga dapat terjadi akibat gerakan secara mendadak dalam berolahraga, misalnya ketika berganti atau arah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">5. Osteoarthritis. Proses penuaan menyebabkan diskus keluar (menonjol) dari tempat semestinya dan menghasilkan pertumbuhan tulangbaru seperti taji yang menimbulkan radang sendi disertai nyeri. Postur tubuh dan perawatan tulang belakang yang baik biasanya dapat meredakannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mengatasi nyeri punggung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">1. Jauhi stress, belajarlah bersikap rileks dan sejenak menjauhi rutinitas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">2. Mempelajari cara mengangkat beban, berdiri, duduk dan berbaring dengan benar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">3. Olahraga teratur, bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan otot-otot dan sendi punggung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Jalani gaya hidup sehat, dengan belajar mengatasi stress dan menjaga berat badan seimbang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Osteroporosis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Osteroporosis atau keropos tulang adalah penyakit dimana tulang menjadi rapuh, tipis dan keropos dan mudah patah sebagai akibat berkurangnya kerapatan atau masa tulang karena bertambahnya usia seseorang. Kondisi ini sering terjadi terutama pada tulang daerah pinggul, tulang belakang dan pergelangan tangan dan bagian tulang yang lain. Pinggul yang patah hampir selalu memerlukan opname dan tindakan operasi besar, mempengaruhi kemampuan berjalan, menyebabkan cacat tetap, bahkan kematian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Keretakan tulang belakang juga mempunyai akibat serius, antara lain berkurangnya tinggi badan, sakit punggung dan kelainan bentuk tubuh. Datangnya penyakit ini sering tidak disadari dan baru diketahui secara kebetulan, misalnya saat kita mengangkat beban yang berat, terbentur atau jatuh yang mengakibatkan tulang menjadi retak atau rusaknya ruas tulang punggung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kerusakan ruas tulang punggung awalnya bisa jua terjadi dengan adanya keluhan berupa sakit punggung yang menjengkelkan, berkurangnya tingi badan atau kelainan bentuk tulang belakang seperti kebongkokan atau postur tubuh yang melengkung. Karena itu osteoporosis sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">(Sumber: Departemen Kesehatan RI)</span></p>
Posted in kesehatan Tagged: osteoporosis <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/empatsehat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/empatsehat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/empatsehat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/empatsehat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/empatsehat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/empatsehat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/empatsehat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/empatsehat.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/empatsehat.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/empatsehat.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=empatsehat.wordpress.com&blog=5626444&post=5&subd=empatsehat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://empatsehat.wordpress.com/2008/11/24/5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/84d90e2971f8b0258808ba84510eb6e0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">empatsehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>